Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FATETA-IPB berdiri berdasarkan SK Rektor IPB No.001/I3/OT/2008 tanggal 21 Januari 2008 dan menawarkan Mayor SIL

iTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShowiTech SlideShow
Selamat Datang di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Partisipasi Ketua dan Staf Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB Konferensi Internasional PAWEES 2014, Kaohsiung, Taiwan PDF Print E-mail

Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fateta-IPB, Prof. Dr. Budi Indra Setiawan bersama Dr. Nora Harris Pandjaitan dan Dr. Chusnul Arif menghadiri dan menjadi pembicara di Konferensi Internasional PAWEES 2114 yang merupakan pertemuan tahunan the International Society of Paddy and Water Environment Engineering (PAWEES) di kota Kaohsiung, Taiwan,  30-31 Oktober 2014 (http://pawees.net/). Konferensi yang mengambil tema “Sustainable Water and Environmental Management in Monsoon Asia” ini dihadiri peserta dari 16 negara di antaranya, Jepang, Korea, Taiwan, Perancis, Thailand, Indonesia, Nepal dan Amerika Serikat. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Budi Indra Setiawan yang menjadi salah satu Invited Keynote Speaker menyampaikan makalah “Co-designing Integrated Water Resource Management: A Case Study in Saba Watershed of Bali Island” yang merupakan hasil penelitian kerjasama antara LPPM-IPB dengan Research Institute for Human and Nature (RIHN), Jepang (http://www.chikyu.ac.jp/rihn_e/project/C-09.html) sejak tahun 2011. Pada kesempatan ini pula, Dr. Nora Harris Pandjaitan dan Dr. Chusnul Arif, masing-masing menyajikan makalah “Development of Hydraulic Design Criteria of Drainage System” dan “Predicting Greenhouse Gas Emissions of SRI Paddy Fields under Different Soil Conditions using Artificial Neural Networks”. Konferensi ini selain menghasilkan “Kaohsiung Statement” juga menyepakati Malaysia sebagai penyelenggara PAWEES 2015 di Kualalumpur, 19-21 Oktober 2015.
(cha+bis)

 
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Selenggarakan Stakeholder Meeting ke-2 pengelolaan DAS Saba di Singaraja – Bali PDF Print E-mail

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (SIL) IPB sukses menyelenggarakan stakeholder meeting (SHM) ke-2 pengelolaan DAS Saba di Singaraja – Bali pada tanggal 27 Oktober 2014. Kegiatan ini merupakan salah satu aktivitas dalam rangka kerjasama penelitian antara LPPM IPB dengan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN - Japan) yang dirintis sejak tahun 2012. Dengan tema “Designing Local Frameworks for Integrated Water Resources Management”. Departemen SIL sebagai pelaksana kegiatan kerjasama penelitian ini menggandeng Universitas Udayana memilih lokasi penelitian di DAS Saba yang wilayahnya terletak di dua kabupaten yakni Kabupaten Buleleng dan Tabanan, Bali. SHM ke-2 dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari SHM ke-1 yang diselenggarakan pada bulan September 2013 lalu. Dalam sambutannya, Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo, mengatakan pentingnya pengelolaan DAS secara terpadu dan melibatkan seluruh stakeholder yakni subak kelian, pemerintah daerah, SKPD terkait, pihak swasta dan masyarakat petani agar pengelolaan DAS dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pihak.

 

Acara SHM ke-2 ini dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh 50 orang unsur subak, 19 orang unsur pemerintah, 22 orang peneliti Indonesia dan Jepang serta LSM. Pada awal acara SHM 2 para petani diberikan gambaran tentang pengelolaan sumberdaya air secara berkelanjutan dan terintegrasi (Integrated Water Resources Management, IWRM) dan ancaman perubahan iklim. Tampil sebagai pembicara kunci adalah Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, dengan topik “Perubahan Iklim dan Dampaknya pada Sumberdaya  Air”.  Pembicara lainnya adalah Ketua Kemitraan Air Indonesia, dan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bali.  Direktur operasi Krakatau Tirta Industri dan Sekjen Forum DAS Cidanau hadir untuk berbagi pengalaman dengan kelian subak tentang pembentukan dan pengelolaan DAS Cidanau. Dari hasil focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan dalam sesi pagi dan siang, peserta SHM  membentuk formatur untuk pendirian Forum DAS Saba. Diharapkan akhir tahun ini Forum DAS Saba dan pengurusnya sudah terbentuk sebelum Bendungan Titab beroperasi. Bendungan Titab ini terletak di DAS Saba dan merupakan bendungan terbesar di Pulau Bali.


 
Kunjungan Mahasiswa Program Master the University of Tokyo ke Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan PDF Print E-mail
 
Book Launching PDF Print E-mail

Book Launching: The Gallery of Peatland in Kampar Peninsula and Beyond: Beauties, Challenges, Opportunities

Kampar Peninsula is one of the peat swamp forest ecosystems remaining on Sumatera Island, Indonesia. This area of peat swamp forest is part of the natural resources that have important functions in the conservation of water resources, flood absorbers, seawater intrusion prevention and climate control through its ability to absorb and store carbon. The peatland forest ecosystem’s sustainability is a unity that is determined by the condition of the water system and it is controlled by a dome in the middle. In ecology, the forest ecosystem in the Kampar Peninsula is one of the key areas for biodiversity in Sumatera. This has resulted in the ecosystem being one of the focuses on stopping today’s biodiversity decline due to continuous deforestation in Sumatera. In general, land use change that has predominantly occurred in the tropics and agricultural activities globally accounts for about one-third of the total global Green House Gases (GHG) emission. In Indonesia, land and forest-use change contributes 53% of the total CO2 emission. In fact, 47% of the national CO2 emissions are generated from peatland ecosystems. The CO2 emission from peatlands is mainly caused by fires, peat decomposition and biomass removals. As these emissions are considered a serious global warming threat, Indonesia has made a non-binding commitment to reduce its GHG emissions by 26-41% by the year 2020. One of the policy options to reduce GHG emission is by enhancing peatland management practices.

 

In responding to the issue of CO2 emission from peatlands and to implement sustainable industrial plantation forest management, PT. Riau Andalan Pulp and Paper has improved and executed so called eco-hydro technology at Meranti Estate, Kampar Peninsula, Riau Province, Sumatera Island, Indonesia. The Ministry of Forestry Republic of Indonesia has appointed a Measurement, Reporting and Verification (MRV) team in 2010. The MRV team is in charge of carrying out the measurement, reporting and verification (MRV) of eco-hydro management implemented by RAPP in peatland in Kampar Peninsula, Riau Province.

During the MRV activities, beauties, challenges and opportunities of peatland in Kampar Peninsula and beyond were captured by Professor Muhajir Utomo and Dr. Basuki Sumawinata. The book authors are Professor Muhajir Utomo, Dr. Basuki Sumawinata and Professor Budi Indra Setiawan; members of the MRV team. This photo book describes the natural richness of Indonesia, in particular location in Kampar Peninsula as peat swamp forest area which is located in Riau Province.

Industrial plantation forest (HTI) development in Kampar Ring must implement landscape approach given the Kampar Ring is one entity of ecosystem and water management in Kampar Peninsula in the provincial and district scales in the preparation to participate in efforts to mitigate climate change. This approach is done to ensure that up to how much influence the evelopment of industrial plantation forest in Kampar Ring with water management “eco-hydro” implemented by industrial plantation forest of RAPP to the water system in Kampar Peninsula as well as the connectivity of high conservation value forest functioned as endemic wildlife corridor to the broader habitat.

The book was launched by Forestry Minister of Republic of Indonesia. The authors hope that this photo book can enhance the knowledge base and enrich the wealth of Indonesia’s forest visualization as well as the community social economy living in the forest and surrounding forest in Indonesia. They also hope to expose challenges ahead that must be faced by all of us.

Source: Peatland International, International Peat Society IMTG MTO issue 3.2014 10 October 2014

 
SEPAK TERJANG DEP. TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN DALAM PELATIHAN SRI ORGANIK PDF Print E-mail

Pendayagunaan sumberdaya air, termasuk untuk bidang pertanian, merupakan salah satu bidang kajian di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (SIL IPB). Salah satu metode pendayagunaan sumberdaya air, khususnya di sawah produksi padi, yang saat ini tengah dikaji secara mendetail di SIL IPB adalah System of Rice Intensification (SRI). Untuk memahami mengenai dasar dari pertanian dengan metode SRI tersebut, maka SIL IPB mengirimkan delegasinya selama tiga tahun berturut-turut dalam pelatihan pertanian SRI organik di Nusantara Organic SRI Center (NOSC) Nagrak, Sukabumi. Pelatihan SRI organik di Nusantara Organic SRI Center (NOSC) Nagrak, Sukabumi dikemas secara apik dengan metode pembelajaran aktif dimana terdapat penekanan pada kegiatan diskusi, tinjauan kritis dan partisipasi aktif. Materi pelatihan disampaikan oleh beberapa pelatih yang sangat berpengalaman dengan teknik komunikasi yang menarik, sehingga mereka tidak membosankan dan mudah dimengerti oleh para peserta. Materi tersebut meliputi pengenalan NOSC dan SRI, permasalahan pertanian dan lingkungan, sistem ekologi tanah (fisika tanah, biologi tanah, dan kimia tanah), pengenalan bahan-bahan organik dan pengaruhnya terhadap tanah, pembuatan kompos, pembuatan pestisida dan pupuk (MOL), serta praktek penanaman SRI sistem dangkal di demplot yang telah disediakan. Pada tahun pertama, melalui pendanaan oleh RIHN-IPB dikirimkan 9 (sembilan) orang delegasi pada pelatihan di NOSC (28-31 Mei 2012) yang terdiri dari tim peneliti dari IPB (Andik Pribadi, STP, MSi dan Sutoyo, STP, MSi) serta petani-petani dari Saba dan Jeneberang. Petani-petani tersebut merupakan petani yang akan menerapkan metode SRI pada plot percobaan dari proyek penelitian IWRM (Integrated Water Resource Management) SIL IPB di DAS Saba Bali dan DAS Jeneberang Sulawesi Selatan. Pada tahun kedua, melalui pendanaan oleh RIHN-IPB pula kembali dikirimkan 5 (sembilan) orang delegasi pada pelatihan di NOSC (7-10 Oktober 2013) yang terdiri dari Dr. I Wayan Budiasa dan petani plot percobaan proyek penelitian IWRM SIL IPB di Bali. Dari pelatihan tersebut diharapkan penerapan metode SRI di sawah padi di Bali semakin baik. Sedangkan pada tahun ketiga, SIL IPB kembali mengirimkan 6 delegasi (Dr.Ir. Roh Santoso Budi Waspodo, MT; Dr. Rudiyanto, STP, MSi; Dr. Slamet Widodo, STP, MSc; Nurfaijah, STP; Oktari Ega S, STP; dan Nur Aini Iswati Hasanah, ST) ke pelatihan SRI Organik di NOSC (24-26 Mei 2014). Delegasi di tahun ketiga ini akan mempraktekkan secara langsung penanaman padi SRI di Pusat Penelitian SRI IPB yang akan segera didirikan. Secara umum, delegasi yang dikirim SIL IPB diharapkan mampu membawa paradigma baru untuk kemudian dikembangkan sebagai bahan riset atau pun sebagai salahsatu perwujudan tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, SRI organik akan semakin berkembang dan secara signifikan mampu berkontribusi bagi pertanian Indonesia. Salam SRI, More Rice, Less Water! (/Aini/Ega/Faijah)

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4